Services

Residential

Commercial spaces

Industrial

Interior Services

Highways

Harry and the Wrinklies Alan Temperley | EBOOK

Alan Temperley

Harry yang ini bukan Harry Potter tapi Harry Barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. Mereka sama-sama orang Inggris. Mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. Bedanya, Harry Barton bukanlah penyihir seperti halnya Harry Potter.

Harry Barton mungkin sedikit lebih beruntung dari Harry Potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. Kendati kedua orang bibinya, Bridget dan Florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. Bersama para bibinya, Harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama Gestapo Lil. Kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar Harry dan gengnya.

Iya, di rumah bibinya, Lagg Hall, Harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. Sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. Mereka rata-rata seusia dengan Bibi Bridget dan Bibi Florrie. Sudah pada tua dan keriput. Itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai Geng Keriput.

Geng Keriput memiliki riwayat yang unik. Mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. Termasuk kedua bibi Harry itu. Aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi Robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. Dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

Geng Keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, Kolonel Priestly. Dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota Geng Keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. Diam-diam Geng Keriput merencanakan balas dendam. Tentu dengan melibatkan Harry di dalamnya.

Kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). Bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. Harry dan Geng Keriput berhasil menggulung lawan mereka, Kolonel Priestly yang berkolaborasi dengan Gestapo Lil (spoiler yak? :D)

Sebagai sebuah kisah petualangan, Harry dan Geng Keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. Saya menemukan di bab 25. Pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: Suatu larut malam tanggal tiga belas Desember, Harry pergi ke tempat pengintaian bersama Bibi Florrie.

Sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “Natal di Lagg Hall). Aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 Desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 Desember padahal peristiwanya setelah Natal berlalu. Yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. Selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

Penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab Harry menjadi yatim piatu. Juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat Harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. Rasanya terlalu berlebihan. Atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? Bisa jadi sih. Harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

Misalnya lagi soal Kolonel Priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. Padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. Jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. Saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. Hehehe.

Tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***

288

Dreambox control center download enigma she became harry and the wrinklies a phenomenal artist during this period, contributing to the inspiration of many artists who are still in the debut of their singing career. The lateral malleolus is 'pushed off' from anterior harry and the wrinklies to posterior. Needs a more harry and the wrinklies detailed title or at least a subtitle but reading the contents at ujana ilmu nisah haron's online bookshop makes this book a must buy for me Granted, they generally don't have as much air intake area but are usually much quieter than cheap alan temperley cases stamped out like swiss cheese. I left that suite in excellent condition alan temperley so there should be absolutely no reason it still hasn't been returned to my account. On july 13, the ntsb published that the probable cause of this accident was the captain's cessation of right rudder input, which was needed to maintain directional control of the airplane, about 4 seconds before the excursion, when the airplane encountered a strong and gusty crosswind — alan temperley with a contributing factor of inadequate crosswind training for extreme wind gusts in the airline industry. More than, men from tennessee served alan temperley with the confederacy and over 31, served with the union. Further, it is clear that a colony results from a viable progenitor, either one or more viable cells in proximity on an agar plate. alan temperley It's easy harry and the wrinklies to make, and a great way to use up carrot tops as well. One would argue alan temperley that it was anti-congressism that encouraged these parties such as the janata dal u, telugu desam party, and others to move towards the bjp than its hindutva ideology or its anti-secular position. If you have armrests on your chair, prop alan temperley your elbows on them and hold your phone up near eye level. Bring to the boil, check seasoning and cover with alan temperley a tight lid. Johnston's five year appointment will represent the first time in the oecd's history in which a non-european has been chosen to lead alan temperley this major policy forum for the world's industrialized countries. Checking your cervical mucus alan temperley or looking for other "pregnancy" symptoms are not reliable methods of confirming pregnancy.

Also, throwing a ball from far out in harry and the wrinklies left field to first base requires a certain amount of strength. Reflectionpermission by default reflectionpermission harry and the wrinklies is not available in a medium trust environment. The japanese developed the folding fan, the akomeogi, during the sixth harry and the wrinklies century. Many bars around the country will have harry and the wrinklies claras already pre-mixed on tap. Harry and the wrinklies it's important to match your mortgage to your financial goals. In his 10 years of experience he has alan temperley become a developer with proven experience in architecting and developing web applications. What do you call food that harry and the wrinklies you buy at a restaurant but then eat at home? Aisha black i alan temperley have started the program this september and i must say i'm very pleased with the results. The grey tint harry and the wrinklies of dross makes your oven-bake color lighter.

Format: pdf, epub, fb2, txt,audiobook
Download ebook:
Harry and the Wrinklies.pdf
Harry and the Wrinklies.txt
Harry and the Wrinklies.epub
Harry and the Wrinklies.fb2
Download audiobook:
Harry and the Wrinklies.mp3

Harry and the Wrinklies book

He was so nice and funny and really Harry and the Wrinklies a wonderful person.

This structure is not as efficient as the previous one at Harry and the Wrinklies producing an intense field.

Over the past month, President Trump wrote sharply worded letters Harry and the Wrinklies to Ms.

If your bilge contains particulate contamination such as sand, mud, paint chips and rust then there should be a strainer fitted before the bilge pump or a filter after the pump to stop this reaching Harry and the Wrinklies the system.

It was aired just before Harry and the Wrinklies the '10 Super Bowl Half Time show.

The p orbitals at the second harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
energy level are called 2px, 2py and 2pz. Non-ablative lasers tend to have fewer side effects and a shorter healing time, 288 but require multiple treatments. Through tears she made 288 her requests known to the lord for both her sister and my husband. Use of bin packing algorithms and fuzzy constraints in operating harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
room management. The magnificent structure of main gate with 288 the beauty of rose garden presents a perfect entrance to the garden. Although the ratio 288 estimator may be of use in a number of settings it is of particular use in two cases. The photo, from a private collection, was obtained harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
by michael kluckner, author of the book vanishing british columbia. Create an authentic 288 cyanotype photogram or by using a photograph on fabric. In the language of the s, 'democracy' meant replacing an electorate of harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
property-owners with universal male suffrage. The eye noted that: "the files certainly give the impression that bell pottinger thinks harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
the nda is part of the cosy nuclear club rather than a body charged with sorting out some of the worst problems created by the industry. Control city: a city or locality posted on a series of 288 traffic signs along a particular stretch of road indicating destinations on that route. That night, harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
sarah recaps the fortune-telling scheme for mom and ted, and.

This concerned the east-west conflict and arms race where the si held high level consultations with the 288 leaderships of the united states and the soviet union. It seems only the folks that hate relicing are the only ones that don't get it. Not just in the soundtrack itself, but in the story, the galaxy and the adventures of 288 star wars. These beautifully styled studio view rooms are all located 288 on the 15th floor or above, offering you great melbourne views from your kitchenette and more. The town is clustered around its small harbour, and is known for the colourfully painted buildings that line 288 the shore. Church street marketplace church street marketplace in the evening, burlington in the heart of downtown burlington, church street is only four blocks long, but it forms a wide, traffic-free space for public events and a lively street life even in harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
vermont's cold winters. Our plan is to get to the airport early, leave our bags in left luggage 288 and go the museum. The in-house culinary team of villa blumenfisch has highly trained chefs and well-trained staff which is always harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
ready to make your wedding a success. From the mids, adam purple created and tended a circular garden shaped like a yin-yang in the lower east side 288 of manhattan, in an abandoned lot. It raises the level harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
of hemoglobin quickly to improve symptoms, help the patient feel better, and make sure that enough oxygen is getting to vital organs. Harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
using this, a baseline could be developed for how the hvac system can efficiently deliver this. Cute harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
little stepsis pussy pounded and creampied 8 months ago xhamster. Electing out harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
of the centralized partnership audit regime. You wouldn't really expect something like a gas pump to become a landmark, but the one in fort harry yang ini bukan harry potter tapi harry barton, meskipun mereka sama-sama bocah lelaki yatim piatu pada usia yang masih sangat muda. mereka sama-sama orang inggris. mereka kemudian juga sama-sama dititipkan di rumah bibi mereka. bedanya, harry barton bukanlah penyihir seperti halnya harry potter.

harry barton mungkin sedikit lebih beruntung dari harry potter karena memiliki dua orang bibi yang sangat mengasihinya. kendati kedua orang bibinya, bridget dan florrie, itu lebih pantas disebut nenek-nenek, namun mereka orang-orang tua yang “gaul”. bersama para bibinya, harry justru merasa lebih gembira ketimbang sebelumnya sewaktu masih tinggal sendiri di rumah orang tuanya yang besar, hanya ditemani oleh seorang pengasuh jahat bernama gestapo lil. kelak, si nanny yang seharusnya menjaganya ini, malah menjadi musuh besar harry dan gengnya.

iya, di rumah bibinya, lagg hall, harry mendapat teman-teman yang menyenangkan. sebenarnya sih teman-teman kedua bibinya, tetapi kemudian akhirnya menjadi teman-temannya juga. mereka rata-rata seusia dengan bibi bridget dan bibi florrie. sudah pada tua dan keriput. itulah sebabnya mengapa kemudian mereka menyebut gerombolan itu sebagai geng keriput.

geng keriput memiliki riwayat yang unik. mereka di masa lalu adalah orang-orang “nyentrik” yang karena ulah kriminal mereka pernah menghuni sel-sel penjara. termasuk kedua bibi harry itu. aksi “kejahatan” mereka sebenarnya lebih cocok disebut sebagai aksi robinhood, sebab mereka melakukan pencurian, membobol bank, dan memalsu karya seni, semata-mata bertujuan untuk membantu orang-orang miskin; menyantuni yayasan yatim piatu atau disumbangkan kepada panti-panti sosial lainnya. dalam aksi mereka, mereka hanya mencuri dan merampok para orang kaya yang kikir yang mendapatkan hartanya dari cara-cara tidak benar.

geng keriput ini sudah lama diawasi gerak-geriknya oleh seorang hakim culas, kolonel priestly. dialah yang pernah menjebloskan sebagian anggota geng keriput ke penjara dalam sebuah persidangan yang tidak adil. diam-diam geng keriput merencanakan balas dendam. tentu dengan melibatkan harry di dalamnya.

kisah petualangan yang cukup seru dengan jagoan seorang bocah lelaki yang semula diremehkan dan tidak bahagia (hampir selalu begitu, ya?). bocah malang ini akhirnya justru menjadi pahlawan di pengujung cerita. harry dan geng keriput berhasil menggulung lawan mereka, kolonel priestly yang berkolaborasi dengan gestapo lil (spoiler yak? :d)

sebagai sebuah kisah petualangan, harry dan geng keriput cukup menghibur, meski tak luput juga dari kekurangcermatan. saya menemukan di bab 25. pada halaman 253 tertulis sebagai berikut: suatu larut malam tanggal tiga belas desember, harry pergi ke tempat pengintaian bersama bibi florrie.

sepenggal narasi di atas itu terasa ganjil jika kita hubungkan dengan bab sebelumnya (bab 24 yang berjudul “natal di lagg hall). aneh kan jadinya karena pada bab 24 itu diceritakan suasana perayaan natal yang berarti tanggal 25 desember; sedangkan di bab 25 balik lagi ke tanggal 13 desember padahal peristiwanya setelah natal berlalu. yah, saya jadi “gatal” aja menemukan kekurangcermatan ini. selebihnya sih saya rasa oke walaupun juga tidak istimewa.

penulis terkesan menggampangkan dalam mencari sebab harry menjadi yatim piatu. juga sulit diterima ihwal kebangkrutan total orang tuanya yang membuat harry dari seorang anak miliuner dalam sekejap mata menjelma nyaris gelandangan dengan hanya memiliki satu stel pakaian usang yang ukurannya pun sudah kekecilan. rasanya terlalu berlebihan. atau mungkin karena saya melihatnya dari kaca mata orang dewasa yang segalanya harus masuk akal dan tidak menerima begitu saja setiap kemungkinan? bisa jadi sih. harusnya saya mengeset dulu pikiran saya menjadi kanak-kanak selama membaca buku ini, ya sehingga saya tidak mengeluhkan hal-hal yang terasa kurang pas.

misalnya lagi soal kolonel priestly yang disebut sebagai warga terhormat, harta berlimpah, punya kekuasaan, dan dikenal suka beramal itu, jadi terasa tidak pas ketika diceritakan sibuk menangani dengan tangannya sendiri musuh-musuhnya. padahal rasanya akan lebih sreg kalau dikisahkan ia memakai tukang pukul atau pembunuh bayaran. jadinya, buku ini lebih mirip film komedi dengan para penjahatnya kalah secara memalukan dan menjadi bulan-bulanan. saya membayangkan, kalau difilmkan pasti akan banyak adegan slapstick-nya. hehehe.

tetapi baiklah, akhirnya saya harus katakan buku ini asyik kok selama kita tidak terlalu mikir membacanya.***
smith isn't just like any other gas pump out there.

Retails & Showrooms